0

My Word, My World

 
Episode 13 :
“Malam yang Sangat Dingin”

Billy meneteskan air matanya. “Papa!” teriaknya. Semua orang yang ada di situ memandangnya. Sementara itu, air mata terus berlinang. “Kenapa ini terjadi?” tanya Billy. Orang – orang di situ tergerak hatinya untuk membantu. “Ayo, cepat bantu!” kata salah seorang. Mereka membawa Papa Billy ke rumah sakit terdekat. Papanya dalam keadaan gawat. Billy mengambil BlackBerry-nya, dan menelepon ibu. “Bu, cepat pergi ke RS Eurasia!” katanya. “Ada apa, Billy?” tanya ibunya. “Cepat ke sini saja,” kata Billy sambil menangis, lalu mematikan BB-nya. “Adik, tunggulah di luar UGD, ok?” kata suster yang membawa papanya. Billy mengangguk. Dalam hati, dia berharap papanya selamat. Kemudian, terlihat Joe lewat.  “
“Kenapa, Billy?” tanya Joe. “Papaku, Joe!” kata Billy. Joe ternyata sudah sembuh dari tusukan pisau tersebut. “Kenapa papamu?” tanya Joe lagi. “Tertabrak mobil, saat mau menjemputku!”  kata Billy. Joe terkaget. Bagaimana mungkin? Papa Billy yang selalu selamat dari tabrakan, kini tertabrak? “Seperti ada yang mendorong papa,”  kata Billy. Joe hanya menggangguk. Memang sangat kasihan. Kemudian, mama Billy datang. “Billy, apa yang terjadi dengan papa?” tanya Mama Billy cemas. “Papa—tertabrak!” tangis Billy. Joe mengelus badannya. “Astaga!” kata Mama Billy, kemudian menangis.
Suster yang mengantar papa Billy ke UGD keluar. “Kita hanya bisa menunggu. Kesempatan papa Billy untuk hidup hanya sepuluh persen, bu!” kata suster. “Apa?” teriak Mama Billy. “Tapi – tapi…” bantah Mama Billy. “Yang bisa kita lakukan hanya berdoa. ” kata suster sambil pergi. Mama Billy kehabisan akal. Dia menangis tersedu – sedu. “Kenapa ini harus terjadi?” isaknya. Billy hanya menahan air mata. Papanya memang sangat baik. Keadaan papa yang kritis membuatnya putus asa. “Jangan begitu,” kata Joe. Tapi, Billy makin menangis. Apa yang bisa dia lakukan? Tidak ada. Hanya menangis. “Mari kita ke kapel,” ajak Joe.
Kemudian mereka semua berjalan menuju kapel. “Ya Tuhan, berikan pada papa kesempatan untuk hidup lagi, aku masih ingin bersama papa, Amin.” Setelah berdoa, Billy dan keluarganya keluar dari kapel. Saat keluar dari kapel, Billy merasa lebih tenang. Dia merasa, bahwa ayahnya akan hidup.

Kira – kira, apa yang akan terjadi? Tunggu di episode selanjutnya! Jangan lupa, ikuti episode 14 : “Romansa Internet V” dan episode 15 : “Terjebak di Vegas”
See Ya!

0

My Word, My World

 
Episode 12:

“Romansa Internet IV”
Cuplikan Romansa Internet III :
==Emma mengetahui mengapa Manja bisa tahu. Manja ternyata berada di rumahnya, tepat ketika Stevin menelepon Emma. Emma yang kesal menjadi marah – marah pada Manja. Tetapi, hal itu malah membuat ibu Emma menghukum Emma! Wah, apa, ya yang bakal terjadi?==

“Sekarang, Manja. Kamu mau apa? Nonton tivi dulu juga boleh, kok,” ucap Mama Emma. “Emm, nggak, ah Tante. Aku ke sini emang mau ketemu Emma,” jawab Manja dengan manis. “Oh, kalau gitu, ke atas aja. Tunggu di ruang tivi atas, ya. Biar tante panggil Emma,” kata Mama Emma. “Terima kasih, Tante!” jawab Manja dengan manis lagi. Ia naik ke atas, duduk di ruang tivi sambil melihat Facebook di BB-nya. Dia hanya tertawa.
Sementara itu, di kamar, Emma hanya murung. Suatu kejadian yang bukanlah salahnya ditumpahkan baginya. “Emma?” tanya Mamanya. “Ada apa, Ma?” jawab Emma murung. “Kamu jangan gitu, dong!” kata Mamanya. “Tapi Ma-“ seru Emma. “Nggak, Mama gak mau denger lagi omelan kamu. Kamu sudah tidak sopan pada tamu. Jangan sampai, orang tua Manja pikir, kamu nggak pernah diajarin sopan santun sama papa dan mama, Emma!” kata Mamanya. “Tapi, ma, Emma kesal sekali! Manja itu benar – benar menyebalkan! Emma gak seneng!” balas Emma. “Jangan sampai jadi kamu yang bermasalah. Sudah, sekarang keluar dan bertemulah dengan Manja, cepat!” kata Mamanya, seraya pergi. Emma keluar kamar dengan mata sinis. “Oh. Jadi, selamat!” seru Manja. “Mau apa?” bentak Emma.
“Sesuai janji kita, bukan?” seru Manja. “Apa? Kamu minta itu? Nggak akan gue kasih!” kata Emma dengan nada marah. “Oh, gitu ya. Jadi, loe pengen semua orang tahu? Sekarang ini, baru yang online di BBM, YM, dan FB. Nanti, kalau lo gak ngasih, semua orang bakal tahu! Gue kasih tau pake sms, message di FB, twitter, dll! Mau?” seru Manja. “Gak usah ngancem, ya! Sekarang tuh bukan jaman Kartini lagi, sekarang udah bukan jamannya cowo nindas cewe! Sekarang, jamannya gue ngelakuin yang gua mau!” bentak Emma sambil teriak.
Manja hanya tersenyum licik. “Gitu, ya?” ucapnya. “Iya! Jadi terserah gue mau apa! Sekarang jamannya gue ngelakuin yang gue mau!” bentak Emma. “Jadi, sekarang jamannya seorang Emma berkuasa?” tanya Manja licik. “Kasihan, aku hidup di zaman yang salah!” seru Manja. “Iya! Emang! Sekarang, keluar! Gua gak mau tau. Keluar!” seru Emma.  “Gua udah belajar dari buku itu. That book is so helping. Sekarang, gue gak takut sama siapapun, kecuali Tuhan…” seru Emma. “Hmm, gitu ya. Loe bakal tau pembalasan gue, Ma! Dan, jangan lupa. Tiga hari lagi buku itu nggak ada di tangan gue, siap – siap dapet masalah terbesar di hidup loe!” seru Manja seraya keluar.

Astaga, keadaan makin kacau! Apa yang bakal terjadi? Dan, buku apa yang sebenarnya dibahas? Apa masalah utamanya? Internet atau Buku itu? Cari tahu dalam episode 14 : “Romansa Internet V” sekuel terakhir dalam MW2x bagian Romansa Internet. Dan, jangan lupa, episode 13 : “Malam yang Paling Dingin”!
See Ya!

0

My Word, My World

 
Episode 11:
“All About Billy”


Di sekolah, Emma merasa malu. Rasanya ingin sekali menonjok Manja. Kisahnya yang menjadi bahan obrolan di Facebook membuatnya jadi putus asa. Tapi tidak begitu dengan Stevin. Ia merasa biasa – biasa saja. Tidak ada rasa malu dalam hatinya, karena, ia merasa semua itu hanyalah permainan. Bahkan, walaupun dia selalu menjadi bahan gossip, dia tidak pernah merasa terhina karena satu hal : dia menganggap semua ini permainan. Dia pernah digosipkan bersama Billy, Angela, dan banyak lagi. Tapi, dia tidak tersinggung.
Dan, ini adalah kisah tentang Billy:
Billy banyak dianggap sebagai anak yang menyebalkan. Setiap kali dia lewat, hanya Anda dan Vena yang bersamanya. Sebenarnya, Anda tidak terlalu dekat dengan Billy. Billy pernah bertengkar dengan Emma, sehingga mereka bermusuhan, walaupun hanya sebentar. Billy mengejek, menyiksa semua orang. Salah satu teman baiknya, Nia adalah satu – satunya yang sama persis kelakuannya dengan Billy. Billy terutama mengejek Joe. Oh, memang. Tidak ada yang mau jadi Joe!
Kali ini, adalah kejadian yang mengubah hidup Billy selamanya. Hari ini, pelajaran Conversation. Setiap anak diwajibkan maju dan memperkenalkan diri. Saat Billy maju, semua anak perhatiannya tertuju ketika dia mengatakan : “I like play Barbie!”
Seketika itu juga, Aloy dengan lantang berkata : “Wah! Billy the Barbie!” mendengar itu, semua anak tertawa. Nato dengan segera langsung menyahut : “Eh, Billy the Barbie nu tongos!” satu kelas pun tertawa terbahak – bahak, begitu juga Miss Anggi. Billy kesal, dan akhirnya kembali duduk dengan murung. Sejak saat itu, dia selalu dipanggil Barbie tongos! Betapa kesalnya Barbie, eh Billy. Tiap hari dia hanya curhat ke Adeline. Adeline pun mendengarkan dengan sabar. Makin lama, sikap Billy berubah. Dari sikapnya yang menyebalkan sekali, menjadi menyenangkan (walaupun tidak menyenangkan sekali)
Teman teman pun menjadi bersahabat dengan Billy. Ketika pulang sekolah, (ini masih hari ketika Billy belajar conversation) Billy melihat kejadian aneh. Suatu kejadian yang sangat menyeramkan. Kejadian yang membuat semua orang yang melihatnya menangis. Tepat di depan mata Billy.
Hmm, memang apa yang terjadi? Terus ikuti My Word, My World, ya…. Tunggu episode 12 : “Romansa Internet IV” dan jangan lupa ikuti episode 13 : “Malam yang Paling Dingin”
See Ya!
0

My Word, My World

 
Episode 10:
“Ini kan…”

There sampai di rumah. Dia berbaring, kemudian berbalik – balik badan. Lelah, sekali. Dia mengambil BlackBerry-nya, membuka ÜberTwitter. Mulai membuat status. Cape pisan, tulisnya. Kemudian, dia melihat status orang lain. Emmaaaaa. :’(. Hanya seperti itu. Penasaran, There membuat status baru lagi. @emmaaaaa : kenapa, Ma? Tulisnya. Kemudian ia berbaring lagi. “There, ayo makan!” panggi Mama There. “Iya, Mam! Sebentar dulu… mau nonton Phineas and Ferb..” jawab There. “Jangan, ayo turun dan makan!” panggil Mama There. Dengan berat hati, There melepas BB-nya dan mematikan televisi, pergi menuju  meja makan. Dia makan dengan cukup lahap, karena kelaparan. “Memang tadi nggak makan?” tanya Mama There. “Makan, sih… Cuma kan les dulu, Mam. Jadi laper pisan…kata There sambil terus melahap makanannya. Terdengar bunyi BB-nya. “ÜberTwitter,” kata There. “Hmm. Hey, sehabis mandi, kamu boleh nonton Phineas and Ferb. Tapi, setelah itu belajar, lho!” seru Mama There. “Pasti, Mam!” jawab There, sambil pergi menuju kamar mandi.
Sehabis mandi dengar air yang segar, There duduk di depan televisi, kemudian, terdengar bunyi BB-nya. SMS. “Dari siapa, sih?” serunya sambil terus menonton Phineas. Ternyata, sms itu dari Dina. Duh, There! Gimana, dong… gw takut kena masalah tentang si Joe! There membaca SMS Dina. Dia membalas. Ya, mau gimana deui? Udah, kasi tau ja, blg gg sengaja, gt… tulis There, kemudian mengklik tombol send. Dalam hati, There menganggap salah sendiri, pake aneh – aneh aja…
Ketika di tivi Perry sedang melawan Doofensmirth, terdengar bunyi bel. Dengan tidak rela, There membukakan pintu. “Pesananan untuk Theresia Villa,” kata tukang pos. “Terima kasih, pak…” kata There. Paket apa, ya? Ia merobek paket tersebut, dan kemudian bingung. “Ini kan….” Katanya.
Wah, gimana ya? Apa isi paket tersebut? Dari siapa? Tunggu saja! Dan, jangan lupa baca  episode 11 : “All About Billy” dan jangan lupa, baca sekuel kedua terakhir dari Romansa Internet di episode 12 : “Romansa Internet IV”!
See Ya!


0

Kenapa tersinggung?

Para pembaca, di mana pun anda berada, kenapa tersinggung? ini hanyalah cerita fiksi. gak ngerti?
 LOBA PAMOHALANNA, BANYAK BOONG-NYA, GAK BETULAN TERJADI.... HANYA HIBURAN... PENTING LHO! NGERTI, JADI GAK USAH TERSINGGUNG
0

My Word, My World

 
Episode 9
“Romansa Internet III”
Ringkasan episode 8 :
==Emma telah jadian dengan Stevin, tapi ternyata karena suatu kesalahan, dia telah membuat semua orang tahu! Apa yang terjadi, ya?==

Emma bingung. Sementara itu, comment makin banyak. There hanya mengucapkan Selamat!   “Oh!” teriak Emma. Ia ingin menangis. Kemudian, terdengar suara ibunya. “Ma… Emma! Ayo ada yang datang!”. Emma baru sadar, kalau Manja akan datang hari itu. Akhirnya, ia sadar dari mana Manja tahu. Ia berlari turun, dan melihat Manja tersenyum. “SELAMAT!”
Emma berlari, meninggalkan Manja. Sementara Manja terus mengutak atik BlackBerry-nya. Ia terus membalas comment di status Emma. Gw di rumah Emma. Pgn ngucpin selamat doang…. Emma melihat itu di komputernya. Kemudian, terdengar bunyi tanda BBM. Emma melihat, dari There. Selamat, Ma! Tak disangka, kau jadian sama Stevin! Padahal, kan kamu paling benci dia…. Tulis There. THERE!! PLIS DONG…. Gak usah gitu, kali…. Balas Emma. Gak, kok…. Cuma…. Selamat! Balas There. Emma makin terpuruk. Terdengar juga, di BB-nya suara tanda Facebook. Comment status-nya sekarang sudah 45. Salah satunya, Stevin. Duh, Manja…. Lw teh betul – betul manja, ya! >:(  tulis Stevin.
Tapi, begitulah Manja. Dia malah membalas, Aduh, ngebelain nih ye… There juga ikut ikutan Selamat, pada Emma, dan pada Stevin…. Semoga kalian berdua… punya anak dua… tulis There. Comment lain hanya tertulis, Hahaha, J, dan sejenisnya. Aloy juga ikut membalas. Toko mainan Har D’ Har. Khusus Emma dan Stevin. Hahahaha! Tulis Emma.
Sementara di bawah, Manja malah enak – enakan di layani oleh Ibunya Emma. “Thanks, Tante!” seru Manja. Emma makin geram. “HEH! KELUAR LOE! GANGGU AJA! KALAU MAUNYA NGEJEK DOANG, MENDING KELUAR DARI RUMAH GUE!” teriak Emma. Manja hanya tersenyum. Memang, sebenarnya dia tidak sengaja mendengar obrolan Stevin dan Emma di telepon. Tapi, namanya juga Manja. Pasti dia menggangu. Ibu Emma yang mendengar menegur Emma. “Tapi, ma?” seru Emma. “Emma, kau dihukum. BlackBerry dan Laptop-mu mama sita. Sekarang, pergi ke kamar, dan tidur!” seru Mama Emma. Manja hanya tersenyum licik.

Kira – kira, apa yang akan dilakukan oleh Mama Emma untuk Manja? Tunggu aja di episode 12 : “Romansa Internet IV” dan jangan lupa, baca juga episode 11 : “All about Billy”!
See YA!
0

Hanya Fiksi

Pembaca, perlu diketahui cerita - cerita dalam MY WORD, MY WORLD hanyalah fiksi. jadi, tidak perlu merasa gimana........ gitu.... ENJOY!
 
Copyright © This is Life